Cashback Rebate Dupoin $10/Lot otomatis ditransfer ke Akun Dompet anda setiap Close Order posisi trading



Harga Emas Bangkit Setelah Koreksi, Tembus Level $3.000

Harga Emas Tembus Rekor $3.000, Apa Penyebabnya?

Harga emas (XAU/USD) mengalami koreksi setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $3.005 pada akhir pekan lalu. Pada hari Senin (17/3), emas diperdagangkan di bawah $3.000, tepatnya di sekitar $2.990, akibat aksi profit-taking oleh investor setelah lonjakan signifikan sebelumnya. Namun, tren bullish tetap mendominasi didukung oleh analisis teknikal dan faktor fundamental yang kuat.

Pada hari Selasa (18/3), harga emas kembali melonjak dan berhasil menembus level $3.000 untuk kedua kalinya dalam sepekan. Lonjakan ini menunjukkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan permintaan yang tinggi terhadap aset safe haven.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas ini tidak lepas dari berbagai faktor, di antaranya:

1. Ketidakpastian Ekonomi Global

Investor semakin mencari perlindungan dari ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump. Sejak awal tahun, harga emas telah naik 14% dan mencetak rekor tertinggi sebanyak 14 kali sejak Trump menjabat, mencerminkan tingginya minat terhadap aset safe haven.

2. Dampak Kebijakan Tarif Trump

Presiden Trump mengumumkan serangkaian kebijakan tarif yang mempengaruhi berbagai sektor. Beberapa kebijakan utama meliputi:

  • Tarif tetap 25% untuk baja dan aluminium yang mulai berlaku sejak Februari.

  • Tarif timbal balik dan sektoral yang dijadwalkan berlaku pada 2 April.

Kebijakan ini meningkatkan ketidakpastian di pasar global, yang membuat investor beralih ke aset yang lebih aman seperti emas.

3. Keputusan The Fed dan FOMC

Federal Reserve (The Fed) dan Federal Open Market Committee (FOMC) akan mengadakan pertemuan pada 19-20 Maret untuk mengumumkan kebijakan moneternya. Para trader mengantisipasi keputusan ini untuk mengetahui arah suku bunga ke depan. Saat ini, ekspektasi penurunan suku bunga pada Mei atau Juni masih berfluktuasi setiap harinya.

4. Data Ekonomi AS

Pada awal sesi perdagangan AS, data Penjualan Ritel AS turut berkontribusi terhadap pergerakan emas. Data menunjukkan bahwa Penjualan Ritel bulanan hanya naik 0,2%, jauh di bawah ekspektasi 0,7%. Selain itu, revisi data sebelumnya dari -0,9% menjadi -1,2% mengindikasikan bahwa konsumen AS mengurangi belanja lebih dari yang diperkirakan.

5. Ketegangan Geopolitik Global

Presiden Trump dijadwalkan berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait situasi di Ukraina. Sementara negara-negara Eropa berupaya meningkatkan dukungan mereka kepada Kyiv, ketidakpastian mengenai kemungkinan kesepakatan antara AS dan Rusia tetap menjadi faktor yang diperhatikan oleh pasar.

Outlook Harga Emas

Dengan kondisi saat ini, tren bullish emas masih berpotensi berlanjut. Investor akan mencermati perkembangan kebijakan The Fed, keputusan suku bunga, serta dinamika geopolitik global yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap aset safe haven.

Jika ketidakpastian ekonomi terus meningkat, bukan tidak mungkin harga emas dapat menembus level yang lebih tinggi di atas $3.000 dalam waktu dekat.


Harga emas mengalami koreksi tetapi kembali bangkit menembus $3.000. Beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan ini meliputi kebijakan tarif AS, keputusan The Fed, serta ketegangan geopolitik global. Investor terus mengamati perkembangan terbaru untuk menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya.

Share:

Popular Posts