Harga emas (XAU/USD) tetap kuat di sekitar $2.985 setelah mengalami koreksi dari rekor tertinggi sepanjang masa di $3.005 pada sesi Asia awal, Senin (XX/XX/202X). Pelemahan Dolar AS (USD) serta ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang global memberikan dukungan bagi logam mulia ini. Para pelaku pasar kini menanti rilis data Penjualan Ritel AS untuk bulan Februari yang dijadwalkan pada hari yang sama.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
- Dampak Perang Dagang GlobalPerang dagang yang semakin memanas antara AS dan mitra dagang utamanya telah mengguncang pasar keuangan global. Terbaru, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif 200% pada produk minuman anggur, cognac, dan alkohol impor lainnya dari Eropa. Langkah ini merupakan balasan atas rencana Uni Eropa (UE) untuk mengenakan tarif pada whiskey Amerika serta produk lainnya pada bulan April, setelah sebelumnya AS menetapkan tarif 25% untuk baja dan aluminium.
- Pelemahan Dolar ASGreenback mengalami tekanan setelah data ekonomi AS yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan (UoM) menunjukkan penurunan signifikan dari 64,7 menjadi 57,9, level terendah sejak November 2022. Angka ini juga lebih buruk dibandingkan perkiraan pasar yang sebesar 63,1. Melemahnya USD umumnya memberikan dorongan bagi harga emas karena membuat logam mulia ini lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
- Ketidakpastian GeopolitikKetegangan geopolitik juga berkontribusi terhadap peningkatan permintaan emas sebagai aset safe haven. Kelompok Houthi baru-baru ini mengklaim telah meluncurkan serangan terhadap kapal induk USS Harry S Truman serta kapal pendukungnya di Laut Merah bagian utara. Serangan ini melibatkan 18 rudal balistik dan jelajah serta sejumlah drone, meningkatkan kekhawatiran di pasar global.
Potensi Tekanan bagi Harga Emas
Meski harga emas masih bertahan di level tinggi, potensi koreksi tetap ada. Salah satu faktor utama yang dapat menekan harga emas adalah perkembangan positif dalam konflik Rusia-Ukraina. Pekan lalu, AS dan Ukraina dikabarkan mengusulkan gencatan senjata selama 30 hari kepada Rusia. Utusan khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa Vladimir Putin telah menerima filosofi gencatan senjata dan kemungkinan akan berdiskusi dengan Trump dalam waktu dekat terkait syarat perdamaian.
Harga emas masih menunjukkan kekuatan setelah mencetak rekor tertinggi, didukung oleh pelemahan USD, perang dagang, dan ketidakpastian geopolitik. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jika muncul perkembangan positif dalam konflik global yang dapat mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Data Penjualan Ritel AS yang akan dirilis hari ini juga dapat menjadi faktor penentu arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek.