Cashback Rebate Dupoin $10/Lot otomatis ditransfer ke Akun Dompet anda setiap Close Order posisi trading

Welcome to Cashback Rebate Dupoin

www.CashbackDupoin.com adalah Master IB Dupoin dengan
Link Partner https://i.dupoin.vip/geCg9SG18


www.CashbackDupoin.com adalah Master IB Dupoin pemberi Cashback Rebate Terbesar di Indonesia dengan Perincian Rebate Sebagai Berikut:


Cashback Rebate Dupoin otomatis langsung ditransfer ke Akun Dompet anda setiap Close Order posisi trading.




Dupoin Indonesia

Broker Dupoin Indonesia berdiri sejak 2004, dengan minimal deposit $200 untuk memulai trading. Broker ini tidak menyediakan free swap kecuali ada promo khusus. Dengan fix rate minimal $1 = Rp 10.000 dan leverage maksimum 1:500, Anda dapat melakukan trading forex, logam, futures, dan saham.

Broker Dupoin menawarkan tipe akun Standard dengan minimal trading sebesar 0.01 lot. Fasilitas yang tersedia termasuk signal trading, dan Anda dapat menggunakan platform MetaTrader 5, aplikasi, serta web trader. Broker ini diatur oleh BAPPEBTI, ASPEBTINDO, KBI, dan BBJ/JFX, serta memudahkan proses deposit dan penarikan melalui semua bank di Indonesia."

Peringatan Resiko Trading !!

Perdagangan valas/Forex mempunyai risiko Tinggi dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. Perdagangan dengan leverage menciptakan risiko tambahan dan kemungkinan kerugian. Kami menyarankan Anda untuk mempelajari trading forex dan berdagang di akun Demo sebelum memulai trading di akun nyata. Layanan Rebate kami hanya sebagai penyedia cashback dan tidak bertanggung jawab atas keputusan yang diambil oleh trader dan Pihak Broker. sinyal trading yang kami berikan merupakan analisa trading yang tidak 100% pasti profit, Bijaksana dalam trading, gunakan money management Stop loss atau cut loss untuk meminimalisir kerugian.

Harga Emas Sentuh Rekor $3.059, Apakah Tren Bullish Akan Berlanjut?

 


Pasar keuangan global kembali mencatatkan pergerakan signifikan, terutama pada harga emas yang mencapai rekor tertinggi di $3.059. Tren bullish ini diperkirakan masih akan berlanjut, didorong oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Berikut analisis teknikal terkini untuk beberapa instrumen utama:

XAU/USD (GOLD)

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H1

Harga emas terus menguat pada hari Kamis, didukung oleh meningkatnya ketidakpastian global dan kebijakan tarif AS yang memperburuk perang dagang. Saat ini, XAU/USD diperdagangkan di $3.051, naik lebih dari 1% dari level sebelumnya.

Berdasarkan analisis kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, tren bullish pada XAU/USD masih solid. Proyeksi pergerakan harga menunjukkan potensi kenaikan hingga $3.100. Namun, jika terjadi reversal, maka harga bisa terkoreksi ke level $3.035 sebagai target terdekatnya.

WTI (OIL)

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

Harga minyak mencatatkan kenaikan tipis pada hari Kamis karena para pelaku pasar menilai dampak pengetatan pasokan minyak mentah serta tarif baru AS terhadap ekonomi global.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa tren bearish mulai terbentuk pada WTI. Proyeksi pergerakan harga hari ini menunjukkan potensi kenaikan hingga $70,5. Jika harga gagal naik dan mengalami reversal, maka WTI bisa turun ke level $68,5 sebagai target terdekatnya.

USD/JPY

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

USD/JPY mencetak level tertinggi dalam tiga minggu di sekitar 151,00 pada hari Kamis. Pelemahan signifikan Yen Jepang (JPY) menjadi faktor utama penguatan pasangan mata uang ini, meskipun pasar masih memperkirakan Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini.

Berdasarkan kombinasi candlestick dan Moving Average, tren bullish pada USD/JPY masih kuat. Proyeksi harga menunjukkan potensi kenaikan hingga 152,00. Jika terjadi koreksi, maka harga bisa turun ke level 149,5 sebagai target terdekatnya.

EUR/USD

  • Trend: Bearish

  • Timeframe: H4

EUR/USD mengalami sedikit kenaikan pada hari Kamis, mengakhiri enam hari penurunan berturut-turut yang menyebabkan mata uang ini anjlok sekitar 2%. Namun, tekanan dari kebijakan tarif AS masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan EUR/USD.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa tren bearish masih mendominasi. Proyeksi harga hari ini mengindikasikan potensi penurunan hingga 1.06700. Jika terjadi rebound, maka EUR/USD dapat naik kembali ke 1.08000 sebagai target terdekatnya.

DOW (Dow Jones)

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

Indeks Dow Jones mengalami volatilitas tinggi, seiring dengan dampak kebijakan tarif terbaru dari pemerintahan Donald Trump yang memperluas perang dagang ke sektor otomotif.

Berdasarkan kombinasi indikator Moving Average, tren bullish masih kuat pada indeks ini. Proyeksi harga hari ini menunjukkan potensi kenaikan hingga 43.000. Jika terjadi reversal, maka target koreksi harga berada di level 41.900.


Pasar keuangan saat ini berada dalam kondisi dinamis dengan berbagai faktor fundamental yang memengaruhi pergerakan harga. Emas tetap menjadi aset safe haven yang kuat di tengah ketidakpastian global. Minyak, pasangan mata uang utama, dan indeks saham seperti Dow Jones juga menunjukkan potensi pergerakan yang signifikan. Para trader disarankan untuk tetap waspada terhadap perubahan sentimen pasar dan memperhatikan level-level teknikal kunci untuk mengambil keputusan trading yang optimal.

Share:

Analisis XAUUSD: Sentimen Risiko Global dan Proyeksi Pergerakan Harga Emas

 


Harga emas (XAU/USD) terus mempertahankan tren bullish di tengah sentimen risiko global yang mendapatkan sedikit dorongan. Hal ini terjadi setelah Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Ding Xuexiang, menjanjikan dukungan kebijakan yang lebih kuat untuk perekonomian. Namun, kenaikan harga emas masih terbatas karena adanya sedikit peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Para investor tampaknya masih berhati-hati sebelum mengambil posisi agresif, mengingat akan dirilisnya Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada hari Jumat. Selain itu, data makroekonomi AS yang akan dirilis pada hari Kamis juga dapat memberikan dorongan terhadap pasangan XAU/USD.

Tren XAUUSD: Bullish dengan Potensi Kenaikan



  • Timeframe: H1

  • Tren: Bullish

  • Resistensi: $3.054

  • Support: $3.013

Dalam perdagangan hari Kamis, harga emas diperdagangkan di dekat level tertinggi mingguan di sekitar $3.035. Para investor tetap khawatir terhadap ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump, serta dampaknya terhadap ekonomi global. Selain itu, spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga juga turut memberikan dukungan terhadap kenaikan harga emas.

Berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, tren bullish pada XAUUSD masih cukup kuat. Proyeksi harga emas hingga sesi Amerika menunjukkan potensi kenaikan hingga $3.054. Namun, jika terjadi reversal dan harga gagal menembus level tersebut, maka ada kemungkinan harga turun hingga $3.013 sebagai target terdekat.


  • Sentimen risiko global yang membaik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi faktor pendukung kenaikan harga emas.

  • Harga emas saat ini masih bergerak dalam tren bullish, dengan potensi kenaikan lebih lanjut jika level resistensi dapat ditembus.

  • Para trader disarankan untuk tetap memantau rilis data ekonomi AS yang berpotensi mempengaruhi pergerakan harga emas.

Dengan kondisi pasar saat ini, peluang trading di XAUUSD masih terbuka lebar, baik untuk posisi buy maupun sell tergantung pada reaksi harga terhadap level support dan resistensi yang ada. Tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan manajemen risiko yang baik untuk mengoptimalkan peluang profit.

Share:

Kebijakan Trump dan Ekspektasi The Fed Dorong Harga Emas

 

XAUUSD Tetap Kuat di Atas Level $3.000

Ketidakpastian mengenai rencana tarif timbal balik yang disebutkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk minggu depan membantu harga emas (XAUUSD) tetap bertahan di atas level psikologis $3.000. Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan siklus pemotongan suku bunga, di tengah kekhawatiran akan resesi di Amerika Serikat, turut mencegah para pedagang melakukan aksi jual agresif pada logam mulia ini.

Trend XAUUSD: Bullish

  • Timeframe: H1

  • Support: $3.013

  • Resistance: $3.035

Harga emas mengalami kenaikan pada hari Selasa, didukung oleh pelemahan Dolar AS (USD) serta penurunan imbal hasil riil AS, yang biasanya memiliki hubungan terbalik dengan harga emas. Kenaikan tak terduga dalam ekspektasi inflasi, yang dipicu oleh kebijakan perdagangan AS, semakin meningkatkan permintaan terhadap emas. Logam mulia ini tercatat naik sebesar 0,26%, diperdagangkan di level $3.018.

Berdasarkan analisis teknikal menggunakan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, trend bullish kembali menguat pada XAUUSD. Proyeksi pergerakan harga hari ini menunjukkan bahwa XAUUSD berpotensi naik hingga mencapai $3.035. Namun, jika harga gagal menembus resistance dan terjadi reversal, maka XAUUSD bisa mengalami penurunan menuju level support terdekat di $3.013.


Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif timbal balik dari Trump serta ekspektasi penurunan suku bunga The Fed memberikan dukungan terhadap harga emas. Dengan tren bullish yang masih mendominasi, para trader perlu memperhatikan level kunci $3.035 sebagai resistance utama dan $3.013 sebagai support penting dalam perdagangan XAUUSD hari ini. Tetap pantau perkembangan berita fundamental untuk menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.

Share:

Emas Berusaha Mempertahankan Tren Positif

 


XAUUSD / GOLD

  • Trend: Bearish

  • Timeframe: H1

Harga emas (XAU/USD) mengalami kenaikan ringan dan mencoba membangun rebound dari level psikologis $3.000. Dolar AS (USD) memulai pekan dengan nada lebih lemah setelah pemulihan tiga hari dari level terendah multi-bulan. Hal ini disebabkan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera melanjutkan pemangkasan suku bunga. Faktor ini menjadi pendorong bagi logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, tren bearish kembali menguat pada XAUUSD. Proyeksi harga hari ini menunjukkan bahwa XAUUSD berpotensi turun hingga $3.000. Namun, jika harga gagal turun dan mengalami rebound, maka kenaikan dapat mencapai $3.030 sebagai target terdekatnya.


WTI / OIL

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

Harga minyak naik 1% pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif 25% terhadap negara-negara yang membeli minyak dan gas dari Venezuela.

Berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, tren bullish semakin terbentuk pada WTI. Proyeksi harga hari ini menunjukkan potensi kenaikan hingga $70.5. Namun, jika harga gagal naik dan mengalami reversal, maka kemungkinan penurunan dapat mencapai $67.5 sebagai target terdekatnya.


USD/JPY

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

Yen Jepang (JPY) mengalami tekanan jual setelah rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jepang yang lebih lemah dari perkiraan. Selain itu, laporan bahwa kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump akan lebih longgar dari yang dikhawatirkan sebelumnya meningkatkan kepercayaan investor dan menekan JPY. Namun, ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan terus menaikkan suku bunga membatasi pelemahan lebih lanjut dari JPY.

Berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, tren bullish masih mendominasi USD/JPY. Proyeksi harga hari ini menunjukkan potensi kenaikan hingga 152. Namun, jika harga mengalami reversal, maka kemungkinan penurunan dapat mencapai 149.5 sebagai target terdekatnya.


EUR/USD

  • Trend: Bearish

  • Timeframe: H4

EUR/USD mengalami volatilitas pada hari Senin, sempat turun di bawah level 1.0800 di tengah sentimen pasar yang masih bergulat dengan data ekonomi beragam dan kekhawatiran mengenai tarif AS. Meskipun ada sedikit kelegaan setelah Trump mengisyaratkan pengecualian tarif, hasil survei PMI memperingatkan potensi tekanan lebih lanjut bagi mata uang Eropa ini.

Berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, tren bearish semakin kuat pada EUR/USD. Proyeksi harga hari ini menunjukkan potensi penurunan hingga 1.06700. Namun, jika harga gagal turun dan mengalami rebound, maka kenaikan dapat mencapai 1.08500 sebagai target terdekatnya.


DOW / Dowjones

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

Saham global mengalami penguatan pada hari Senin, dipimpin oleh kenaikan saham AS. Imbal hasil Treasury AS juga naik setelah laporan bahwa rencana tarif Presiden Donald Trump akan lebih terarah dibandingkan perkiraan sebelumnya, yang meningkatkan sentimen risiko di pasar.

Trump juga mengindikasikan bahwa tarif mobil akan segera diberlakukan dan membuka peluang keringanan tarif bagi beberapa negara, meskipun belum ada rincian lebih lanjut mengenai kebijakan ini.

Share:

XAU/USD Terkoreksi Setelah Cetak Rekor, Tapi Tren Bullish Tetap Kuat

 

XAU/USD (Gold)

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H1

Harga emas (XAU/USD) mengalami penurunan dalam dua hari terakhir, meskipun secara mingguan tetap mencatatkan performa positif. Saat artikel ini ditulis pada hari Jumat, emas diperdagangkan di sekitar $3.030 setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $3.057 sehari sebelumnya. Penurunan ini tidak mengejutkan mengingat adanya Quadruple Witching, yaitu peristiwa ketika empat jenis kontrak berjangka dan opsi kedaluwarsa secara bersamaan, menyebabkan volatilitas pasar.

Berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average saat ini, tren bullish pada XAU/USD masih bertahan. Proyeksi harga emas hari ini berpotensi naik hingga $3.036. Namun, jika harga mengalami reversal, maka penurunan bisa mencapai level $3.000 sebagai target terdekat.


WTI (Oil)


  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

Harga minyak mentah WTI bertahan stabil pada hari Senin seiring dengan evaluasi investor terhadap prospek perundingan gencatan senjata Rusia-Ukraina, yang dapat berpotensi meningkatkan pasokan minyak Rusia ke pasar global.

Dari analisa candlestick dan indikator Moving Average, tren bearish mulai terbentuk pada WTI. Proyeksi harga untuk hari ini menunjukkan potensi kenaikan hingga $70,5. Namun, jika harga gagal naik dan mengalami reversal, maka level penurunan yang diantisipasi berada di sekitar $65,5.


USD/JPY



  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

Pasangan mata uang USD/JPY mengalami tekanan jual setelah sebelumnya naik hingga 149,60, lalu turun ke 148,60 pada hari Jumat. Penurunan ini sejalan dengan penguatan Dolar AS (USD), dengan Indeks Dolar AS (DXY) naik mendekati level 104,00.

Analisa teknikal menunjukkan bahwa tren bullish masih mendominasi USD/JPY. Proyeksi harga untuk hari ini menunjukkan potensi kenaikan hingga 151. Namun, jika terjadi reversal, maka target penurunannya berada di sekitar 148.


EUR/USD

  • Trend: Bearish

  • Timeframe: H4

EUR/USD menghentikan tren penurunan tiga harinya dan saat ini diperdagangkan di sekitar 1,0840 selama sesi Asia pada hari Senin. Pasangan mata uang ini sempat menguat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS, yang dipicu oleh kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Analisa candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bearish semakin kuat pada EUR/USD. Proyeksi harga hari ini berpotensi turun hingga 1,07600. Namun, jika terjadi rebound, maka kenaikan bisa mencapai level 1,09100.


DOW JONES

  • Trend: Bullish

  • Timeframe: H4

Indeks Dow Jones mengalami tekanan di tengah pelemahan sektor transportasi, yang mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi. Dow Jones turun minggu ini, memperparah pelemahan indeks 20 saham utama, dengan sektor penerbangan, pengiriman paket, dan transportasi lainnya mengalami penurunan lebih dari 17% dari puncaknya pada November lalu.

Berdasarkan indikator Moving Average, tren bullish masih dominan pada Dow Jones. Proyeksi harga hari ini menunjukkan potensi kenaikan hingga 43.000. Namun, jika terjadi reversal, maka level penurunan yang diantisipasi berada di sekitar 41.700.


Secara keseluruhan, meskipun beberapa aset seperti XAU/USD dan USD/JPY masih dalam tren bullish, volatilitas tinggi akibat faktor ekonomi global dapat menyebabkan pergerakan harga yang signifikan. Penting untuk memperhatikan level support dan resistance serta indikator teknikal sebelum mengambil keputusan trading.

Share:

Analisis XAU/USD: Emas Melonjak di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

 

Trend: Bullish
Timeframe: H1

Harga emas mengalami lonjakan signifikan, menembus level psikologis $3.000 dan mencetak rekor tertinggi $3.038 pada hari Selasa. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian terkait kebijakan tarif timbal balik yang direncanakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2 April. Selain itu, para investor terus memantau keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang menjadi faktor utama dalam pergerakan XAU/USD. Saat ini, XAU/USD diperdagangkan pada $3.037, naik 1,20%.

Analisis Teknikal XAU/USD

Dari kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini, tren bullish masih mendominasi XAU/USD. Proyeksi harga emas hari ini diperkirakan masih berpotensi naik hingga level $3.050. Namun, jika harga mengalami pembalikan (reversal), maka koreksi dapat terjadi hingga level support terdekat di $3.006.

Pada hari Rabu, XAU/USD tetap bertahan di dekat level tertinggi, dengan harga berada di kisaran $3.028. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang terus meningkat di Timur Tengah. Konflik antara Israel dan Hamas semakin memanas setelah serangan Israel menewaskan lebih dari 400 orang di Gaza, yang mengancam gencatan senjata selama dua bulan terakhir, menurut laporan Reuters.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi XAU/USD

  1. Data Ekonomi AS:

    • Produksi Industri AS meningkat 0,7% pada bulan Februari, melampaui ekspektasi 0,2% dan mengalami akselerasi dari kenaikan 0,3% di bulan Januari.

    • Data perumahan menunjukkan hasil yang beragam, dengan Izin Mendirikan Bangunan turun 1,2%, sementara Perumahan Baru melonjak 11,2%, menandakan peningkatan aktivitas konstruksi.

  2. Ekspektasi Kebijakan The Fed:

    • Menurut alat FedWatch CME, para pedagang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan mendatang.

    • Namun, probabilitas pemangkasan suku bunga pada bulan Juni meningkat hingga 66%.

  3. Dinamika Pasar Keuangan:

    • Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun satu basis poin menjadi 4,183%, yang cenderung mendukung kenaikan harga emas.

    • Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,17% ke 103,23, yang semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

    • Imbal hasil riil AS, yang diukur oleh obligasi Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) bertenor 10 tahun, turun menjadi 1,985%.

Kesimpulan & Proyeksi XAU/USD

Dengan sentimen bullish yang masih kuat, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan ke level $3.050 dalam jangka pendek. Namun, apabila terjadi koreksi, level support terdekat berada di $3.006. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan kebijakan moneter The Fed, kondisi geopolitik, serta pergerakan imbal hasil Treasury AS yang dapat mempengaruhi harga emas dalam beberapa hari ke depan.

Disclaimer: Analisis ini hanya sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Pastikan untuk melakukan analisis tambahan sebelum mengambil keputusan trading.

Share:

Harga Emas Bangkit Setelah Koreksi, Tembus Level $3.000

Harga Emas Tembus Rekor $3.000, Apa Penyebabnya?

Harga emas (XAU/USD) mengalami koreksi setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $3.005 pada akhir pekan lalu. Pada hari Senin (17/3), emas diperdagangkan di bawah $3.000, tepatnya di sekitar $2.990, akibat aksi profit-taking oleh investor setelah lonjakan signifikan sebelumnya. Namun, tren bullish tetap mendominasi didukung oleh analisis teknikal dan faktor fundamental yang kuat.

Pada hari Selasa (18/3), harga emas kembali melonjak dan berhasil menembus level $3.000 untuk kedua kalinya dalam sepekan. Lonjakan ini menunjukkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan permintaan yang tinggi terhadap aset safe haven.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas ini tidak lepas dari berbagai faktor, di antaranya:

1. Ketidakpastian Ekonomi Global

Investor semakin mencari perlindungan dari ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump. Sejak awal tahun, harga emas telah naik 14% dan mencetak rekor tertinggi sebanyak 14 kali sejak Trump menjabat, mencerminkan tingginya minat terhadap aset safe haven.

2. Dampak Kebijakan Tarif Trump

Presiden Trump mengumumkan serangkaian kebijakan tarif yang mempengaruhi berbagai sektor. Beberapa kebijakan utama meliputi:

  • Tarif tetap 25% untuk baja dan aluminium yang mulai berlaku sejak Februari.

  • Tarif timbal balik dan sektoral yang dijadwalkan berlaku pada 2 April.

Kebijakan ini meningkatkan ketidakpastian di pasar global, yang membuat investor beralih ke aset yang lebih aman seperti emas.

3. Keputusan The Fed dan FOMC

Federal Reserve (The Fed) dan Federal Open Market Committee (FOMC) akan mengadakan pertemuan pada 19-20 Maret untuk mengumumkan kebijakan moneternya. Para trader mengantisipasi keputusan ini untuk mengetahui arah suku bunga ke depan. Saat ini, ekspektasi penurunan suku bunga pada Mei atau Juni masih berfluktuasi setiap harinya.

4. Data Ekonomi AS

Pada awal sesi perdagangan AS, data Penjualan Ritel AS turut berkontribusi terhadap pergerakan emas. Data menunjukkan bahwa Penjualan Ritel bulanan hanya naik 0,2%, jauh di bawah ekspektasi 0,7%. Selain itu, revisi data sebelumnya dari -0,9% menjadi -1,2% mengindikasikan bahwa konsumen AS mengurangi belanja lebih dari yang diperkirakan.

5. Ketegangan Geopolitik Global

Presiden Trump dijadwalkan berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait situasi di Ukraina. Sementara negara-negara Eropa berupaya meningkatkan dukungan mereka kepada Kyiv, ketidakpastian mengenai kemungkinan kesepakatan antara AS dan Rusia tetap menjadi faktor yang diperhatikan oleh pasar.

Outlook Harga Emas

Dengan kondisi saat ini, tren bullish emas masih berpotensi berlanjut. Investor akan mencermati perkembangan kebijakan The Fed, keputusan suku bunga, serta dinamika geopolitik global yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap aset safe haven.

Jika ketidakpastian ekonomi terus meningkat, bukan tidak mungkin harga emas dapat menembus level yang lebih tinggi di atas $3.000 dalam waktu dekat.


Harga emas mengalami koreksi tetapi kembali bangkit menembus $3.000. Beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan ini meliputi kebijakan tarif AS, keputusan The Fed, serta ketegangan geopolitik global. Investor terus mengamati perkembangan terbaru untuk menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya.

Share:

Popular Posts